Jumat, 14 September 2012

Bantuan Hidup Dasar / Resusitasi Jantung Paru (RJP)

Bantuan Hidup Dasar (Basic Life Support) merupakan prosedur pertolongan darurat tentang henti jantung dan henti nafas serta bagaimana melakukan RJP yang Benar sampai korban sadarkan diri atau sampai ada bantuan datang.

Pada dasarnya "Resusitasi Jantung Paru" atau sering disingkat dengan "RJP" terdiri dari dua elemen, yaitu; kompresi dada dan mulut ke mulut (mouth-to-mouth) nafas buatan. Sebelum menolong korban, hendaklah menilai keadaan lingkungan terlebih dahulu :
  1. Apakah korban dalam keadaan sadar ? 
  2. Apakah korban tampak mulai tidak sadar, tepuk atau goyangkan bahu korban dan bertanya dengan keras "apakah anda baik-baik saja" ? 
  3. Apabila korban tidak merespon, mintalah bantuan untuk menghubungi rumah sakit terdekat, dan mulailah RJP
Untuk memudahkan dalam mengingat prosedur melakukan RJP dikenal dengan metode "ABC", yaitu:

1. Airway (Jalan Nafas)

Posisikan korban dalam keadaan terlentang pada bidang yang datar dan keras (lantai), bila di atas kasur selipkan papan (tapi tidak efektif jadi lebih baik di letakkan di atas lantai). Periksa jalan nafas korban sebagai berikut :
  • Membuka mulut korban 
  • Masukkan 2 jari (jari telunjuk dan jari tengah) 
  • Lihat apakah ada benda asing, darah (bersihkan jika ada)
Pada korban tidak sadar, tonus otot menghilang, sehingga lidah akan menyumbat laring. Lidah dan epiglotis penyebab utama tersumbatnya jalan nafas pada pasien tidak sadar. Lidah yang jatuh kebelakang (drop), menutupi jalan nafas.
  • Letakkan tangan penolong di atas kening korban dan tangan yang lain di dagu korban, tengadahkan dengan cara dongkrakkan kepala korban ke atas tekhnik ini disebut dengan "Head tilt-chin lift". 
  • Jika kita mencurigai adanya patah atau fraktur tulang leher/servikal, maka kita memakai cara "Jaw Trust" yaitu dengan cara penolong berada diatas kepala penderita dan mengangkat mandibula ke arah depan untuk menjaga servikal tetap pada posisi netral selama resusitasi. 
2. Breathing (Pernafasan)

Untuk melakukan pernafasan pada korban harus memperhatikan tiga cara:
  • Look : lihat gerakan dada mengembang atau tidak. 
  • Listen : dengarkan suara nafas korban pada mulut/hidung ada atau tidak. 
  • Feel : rasakan hembusan nafas korban pada mulut/hidung ada atau tidak.
Jika tidak ada maka dapat kita lakukan nafas buatan mulut ke mulut atau mulut ke sungkup sebanyak 2 kali.

3. Circulation (Sirkulasi Buatan) 

Nilai sirkulasi darah korban dengan menilai denyut nadi arteri besar ( arteri karotis). Apabila terdapat denyut nadi maka berikan pernafasan buatan sebanyak 2 kali, dan apabila tidak terdapat denyut nadi maka lakukan kompresi dada sebanyak 30 kali.

Posisi kompresi dada dimulai dari lokasi proc. Xyphoideus, dan tarik garis ke Cranial 2 jari di atas poc. Xyphoideus, dan lakukan kompresi pada tempat tersebut. Kemudian berikan 2 kali nafas buatan dan teruskan kompresi dada sebanyak 30 kali. 

Cek nadi dan nafas korban apabila :
  • Tidak ada nafas dan tidak ada nadi : teruskan RJP sampai bantuan datang. 
  • Terdapat nadi tetapi tidak ada nafas : mulai lakukan nafas buatan. 
  • Terdapat nadi dan nafas : korban membaik.
Kemungkinan Keberhasilan apabila terjadi keterlambatan :
  • 1 menit : 98% dari 100% 
  • 4 menit : 50% dari 100% 
  • 10 menit : 1 dari 100%
Resusitasi dapat dihentikan bila :
  • Korban kembali sadar; dimana warna kulit berubah dari sianosis menjadi kemerahan, pupil akan mengecil, bila penyebab henti jantung adalah hipoksia maka jika berhasil maka denyut nadi spontan dapat di pulihkan. 
  • Korban dinyatakan mati; dimana bila setelah 30 menit tidak ada tanda aktivitas jantung atau tanda pernafasan spontan dan kedua pupil lebar tanpa reaksi terhadap cahaya (bila korban yang mengalami pendinginan maka resusitasi dilakukan sampai 1 jam). 
  • Apabila penolong lelah atau keselamatannya terancam.

Sumber : Buku Panduan Skill Lab Kegawatan Darurat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ayo budayakan berkomentar!
Kami akan dengan senang hati menerima komentar dan respon positif yang sahabat Calon Dokter berikan :)